Supaya proses pengomposan lebih cepat hijaun/daun-daunan,
jerami dipotong-potong kurang lebih 5-10 cm. tetes tebu/gula dan stater
pengurai dilarutkan dengan air dalam ember/bak plastik diaduk sampai merata,
potongan-potongan hijauan/jerami dicampur dengan pupuk kandang, dedak, sekam,
serbuk gergaji dan limbah pertanian lainnya secara merata, siramkan larutan
secara perlahan-lahan kedalam adonan secara merata sampai kandungan air adonan
mencapai 50%, bila adonan dikepal dengan tangan air tidak keluar dari adonan,
bila kepalan dibuka maka adonan akan megar, sewaktu pengadukan dan penyiraman
langsung dimasukan kedalam lobang yang sudah disiapkan, usahakan tumpukan bahan
yang sudah diaduk tingginya tidak melebihi 60 cm dari permukaan tanah, tutup
dengan terpal/plastik agar tidak terjadi penguapan, bisa juga ditutup dengan
lumpur seluruh permukaan, tancapkan bilah bambu sekitar 10-15 cm agar udara
luar masuk, sehingga proses pengomposan/fermentasi berjalan lebih cepat
Setelah 2-3 hari tumpukan diperiksa,
dengan cara membuat lubang, kemudian dimasukan tangan, apabila didalam tumpukan
dirasa suhunya cukup tinggi maka dapat dipastikan proses pengomposan sedang
terjadi, kalau didalam tumpukan sehunya rendah, berarti tidak terjadi proses
pengomposan, untuk itu perlu diulangi penyiraman dengan larutan tetes tebu/gula
dan stater/pengurai, 2 atau 3 hari sekali tumpukan disiram, sesuai dengan
keadaan/kelembaban, untuk tumpukan yang memakai tutup terpal/plastik, setelah
6-7 hari perlu dilakukan pengadukan dan disiram seperlunya agar terjadi
sirkulasi udara, dengan demikian diharapkan mikroba akan berkembang dan proses
pengomposan lebih cepat, setelah 20-30 hari dilakukan pemeriksaan kembali
dengan cara memasukan tangan kedalam tumpukan, apabilia temperatur didalam tumpukan
suhunya menjadi turun, maka pengomposan sudah jadi dan siap panen, Apabila
tercium bau yang kurang enak dari dalam tumpukan menandakan proses pengomposan
tidak sempurna dan perlu diulangi kembali. Cara memeriksa lain yaitu dengan
menusuk-nusuk tumpukan dengan kayu/bambu, apabila tusukan lancar/tidak
menyakut, maka pengomposan berhasil dan siap dipakai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar