
Begitu pula sebaliknya.
suatu hari, Tikus mengajak Kucing pergi.
ke mana..? tanya kucing.
"ayo, kita makan lame," kata Tikus
yang dimaksud lame adalah singkong
"dimana kita bisa makan lame..?" tanya kucing lagi.
"di sana, di rumah pak Tani. lamenya sangat banyak.kita akan puas memakannya.!" kata Tikus bersemangat.
Kucing tertarik pada ajakan Tikus. maka malam itu, pergilah Tikus dan Kucing kerumah pak Tani.
rupanya di rumah itu sedang ada pesta pernikahan.
kucing dan tikus menunggu sampai pesta usai.
mereka lalu membuat kesepakatan. karena singkong-singkong itu digantung, tikuslah yang akan memanjat keatas, sedangkan kucing menjaga dibawah.
sebelum memanjat, Tikus berpesan:jika sudah ada lame yang ku jatuhkan, cepatlah kamu tangkap.! jangan sampai lame itu jatuh ke tempat lain.! nanti kita ketahuan.
Tikus kemudian memanjat ke atas. sesampai di atas, Tikus mencari lame yang bagus, lalu dimakannya sendiri. ia lupa pada si kucing yang menuggu di bawah.
"kok, lama betul Tikus di atas..?" kata kucing dalam hati.
ia mulai jengkel dan curiga.
tikus keasikkan memakan lame-lame itu. karena ingin makan lebih banyak, ia mulai mengerat tali pengikat lame. sewaktu mengerat, tiba-tiba ia terpeleset dan terjatuh. sebelum terempas kebawah, Tikus berteriak: "awas, Cing, ini aku, bukan lame.."
kucing sudah sangat kelaparan dan tidak peduli lagi, apakah yang jatuh itu lame atau bukan.
si Tikus langsung ditangkapnya saja begitu jatuh ke tanah.
"aduh, aku bukan lame!aku tikus! aku terpeleset hingga jatuh,"kata tikus ketakutan.
Kucing merasa kasihan juga.akhirnya, si Tikus ia lepaskan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar