Powered By Blogger

Selasa, 05 Juni 2012

dinamika partikel


Dinamika Partikel
Dinamika adalah ilmu yang mempelajari tentang gerak beserta pentebab terjadinya gerak yaitu gaya. Perumusan tentang penyebab gerak benda diberikan oleh Isaac Newton. Newton menemukan bahwa semua persoalan gerak di alam semesta dapat diterangkan dengan hanya 3 hukum yang sederhana.
A. HUKUM 1 NEWTON
Mungkin anda pernah mendorong mobil mainan yang diam, jika dorongan anda lemah mungkin mobil mainan belum bergerak, jika gaya dorong diperbesar mobil bergerak atau jika anda naik sepeda meluncur di jalan raya,
jika sepeda direm, sepeda berhenti.Berdasarkan uraian di atas, apakah sebenarnya yang membuat mobil
mainan yang mula-mula diam menjadi bergerak, dan sepeda yang mula-mula bergerak menjadi diam?
Agar mobil bergerak dan sepeda berhenti diperlukan energi (tenaga). Energi untuk mendorong mobil dan menghentikan sepeda dikerjakan, pada benda dengan suatu alat tertentu. Saat mendorong mobil Anda memakai tangan dan saat mengerem karet rem menyentuh roda sepeda hingga berhenti.Saat tangan menyentuh mobil dan karet rem menyentuh roda, maka tangan dan karet memberikan gaya tekan yang mempengaruhi benda.
Jadi, yang menyebabkan sebuah benda bergerak atau berhenti adalah energi. Energi diperlukan untuk mengerjakan gaya pada benda. Kemudian gaya akan mempengaruhi gerakan benda. Penyebab benda bergerak ialah energi. Gaya hanya akan mempengaruhi gerak benda.
Ada beberapa pengaruh gaya pada benda bila gaya bekerja pada suatu benda maka:
1.Gaya akan mengubah kecepatan benda dari diam menjadi bergerak, dari bergerak lalu berhenti. Contoh : Mobil mogok didorong hingga bergerak
2.Gaya dapat mengubah arah gerak benda. Contoh : Bola ditendang dari sisi gawang lalu disundul ke arah gawang.

3. Gaya juga dapat mengubah bentuk benda. Jika Anda memiliki balon, tiup dan ikatlah balon, sehingga balon tetap menggembung. Apa yang terjadi jika balon tadi kita tekan perlahan dengan tangan? Pasti Anda akan mendapatkan balon agak kempes, atau bentuk balon berubah. Perubahan bentuk balon karena pengaruh gaya tekan. Gaya dapat mempengaruhi ukuran sebuah benda, karet jika ditarik akan bertambah panjang, sedangkan pegas jika ditekan akan bertambah pendek. Jadi, yang menyebabkan sebuah benda bergerak atau berhenti adalah energi. Energi diperlukan untuk mengerjakan gaya pada benda. Kemudian gaya akan mempengaruhi gerakan benda.  Penyebab benda bergerak ialah energi. Gaya hanya akan mempengaruhi gerak benda.
Selanjutnya, coba Anda bayangkan seandainya Anda meletakkan gelas yang diam di atas meja datar, amati beberapa saat, apakah gelas tetap diam atau menjadi bergerak? Anda akan mendapatkan bahwa gelas tetap diam, karena tidak ada gaya yang bekerja pada gelas. 
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa benda yang diam cenderung untuk diam, benda yang bergerak cenderung untuk tetap bergerak. Hal ini disebut sifat kelembaman benda.
Seorang ahli fisika dari Inggris bernama Newton, merumuskan peristiwa-peristiwa seperti di atas, dan selanjutnya disebut dengan Hukum I Newton,yang berbunyi:
"Suatu benda akan tetap diam atau tetap bergerak lurus beraturan jika jumlah seluruh gaya pada benda sama dengan nol".
Hukum di atas dituliskan:  ΣF= 0N ewt o n

2.HUKUM 2 NEWTON
Bagaimana hubungan antara Percepatan dan Gaya ? Pernahkah anda mendorong sesuatu ? mungkin motor yang mogok atau gerobak sampah jika belum pernah mendorong sesuatu seumur hidup anda,gurumuda menyarankan agar sebaiknya anda berlatih mendorong. Tapi jangan mendorong mobil orang lain yang sedang diparkir, apalagi mendorong teman anda hingga jatuh. Ok, kembali ke dorong…
Bayangkanlah anda mendorong sebuah gerobak sampah yang bau-nya menyengat. Usahakan sampai gerobak tersebut bergerak. Nah, ketika gerobak bergerak, kita dapat mengatakan bahwa terdapat gaya total yang bekerja pada gerobak itu. Silahkan dorong gerobak sampah itu dengan gaya tetap selama 30 detik. Ketika anda mendorong gerobak tersebut dengan gaya tetap selama 30 menit, tampak bahwa gerobak yang tadinya diam, sekarang bergerak dengan laju tertentu, anggap saja 4 km/jam. Sekarang,
doronglah gerobak tersebut dengan gaya dua kali lebih besar (gerobaknya didiamin dulu). Apa yang anda amati ? wah, gawat kalau belajar sambil ngelamun… Jika anda mendorong gerobak sampah dengan gaya dua kali lipat, maka gerobak tersebut bergerak dengan laju 4 km/jam dua kali lebih
cepat dibandingkan sebelumnya. Percepatan gerak gerobak dua kali lebih besar. Apabila anda mendorong gerobak dengan gaya lima kali lebih besar, maka percepatan gerobak juga bertambah lima kali lipat. Demikian seterusnya. Kita bisa menyimpulkan bahwa percepatan berbanding lurus
dengan gaya total yang bekerja pada benda. Seandainya percobaan mendorong gerobak sampah diulangi. Percobaan pertama, kita menggunakan gerobak yang terbuat dari kayu, sedangkan percobaan kedua kita menggunakan gerobak yang terbuat dari besi dan lebih berat. Jika anda mendorong gerobak besi dengan gaya dua kali lipat, apakah gerobak tersebut bergerak dengan laju 4 km/jam dua kali lebih cepat
dibandingkan gerobak sebelumnya yang terbuat dari kayu ? Tentu saja tidak karena percepatan juga bergantung pada massa benda. Anda dapat membuktikannya sendiri dengan melakukan percobaan di atas.
Jika anda mendorong gerobak sampah yang terbuat dari sampah dengan gaya yang sama ketika anda mendorong gerobak yang terbuat dari kayu, maka akan terlihat bahwa percepatan gerobak besi lebih kecil. Apabila gaya total yang bekerja pada benda tersebut sama, maka makin besar massa
benda, makin kecil percepatannya, sebaliknya makin kecil massa benda
makin besar percepatannya.Hubungan ini dikemas oleh eyang Newton dalam Hukum-nya yang laris manis di sekolah, yakni Hukum II Newton tentang Gerak :
"Jika suatu gaya total bekerja pada benda, maka benda akan mengalami percepatan, di mana arah percepatan sama dengan arah gaya total yang bekerja padanya. Vektor gaya total sama dengan massa benda dikalikan dengan percepatan benda".
Secara matematis dapat dirumuskan :  ΣF = m.a
m adalah massa benda dan a adalah (vektor) percepatannya. Jika
persamaan di atas ditulis dalam bentuk a = F/m, tampak bahwa percepatan
sebuah benda berbanding lurus dengan resultan gaya yang bekerja padanya
dan arahnya sejajar dengan gaya tersebut. Tampak juga bahwa percepatan
berbanding terbalik dengan massa benda.
Contoh soal 1 :
Berapakah gaya total yang dibutuhkan untuk memberi percepatan sebesar
10 m/s2 kepada mobil yang bermassa 2000 kg ?
jAWABAN :
Dik : m = 2000 KG
a = 10 m/s2
Dit : F =...?
Jawab : F = m a
F = 2000 kg x 10 m/s2
F = 20.000 N
Hukum 3 Newton
Pernahkah anda menendang batu ? belum… pernahkah dirimu menendang dirinya ? Pernakah anda menendang atau memukul alias meninju sesuatu ? jika pernah, apa yang anda rasakan ? sakit… bisakah dirimu menjelaskan mengapa tangan atau kaki terasa sakit ? Apabila anda tidak bisa menjelaskannya, pelajarilah Hukum III Newton dengan penuh semangat
Ketika kita mendorong dindng tembok sebuah bangunan maka kita akan merasakan sebuah gaya yang mendorong kita dalam arah yang berlawanan dengan arah dorongan kita terhadap tembok itu.
Semakin kuat kita mendorong tembok semakin kuat pula tembok itu  melawan dorongan kta. Hal ini menunjukkan bahwa gaya selalu berpasangan

dimana keduanya sama besar, tetapi arahnya berlawanan, dan bekerja pada dua buah benda berbeda ini disebut sebagai pasangan reaksi-aksi. Newton menyatakan pasangan aksi-reaksi ini dalam hukum 3 Newton yang berbunyi :
" Jika benda pertama melakukan gaya pada benda ke dua, maka benda kedua akan melakukan gaya yang sama besar pada benda pertama, tetapi arahnya berlawanan dengan arah gaya yang diberikan benda pertama"


Gaya
Di dalam ilmufis ika,gaya ataukakas adalah apapun yang dapat menyebabkan sebuah benda bermassa mengalamipercepa ta n.[1]. Gaya memilikibes a r dana ra h, sehingga merupakan besaranvek tor. Satuan SI yang digunakan untuk mengukur gaya adalahNewton (dilambangkan dengan N). Berdasarkan Hukum kedua Newton, sebuah benda dengan massa konstan akan dipercepat sebanding dengan gaya netto yang bekerja padanya dan berbanding terbalik dengan massanya.
Jenis-jenis Gaya
GAYA GESEK
Seperti yang sudah diberitahu tadi, Gaya Gesek merupakan gaya kontak dan arahnya selalu berlawanan dengan arah gerak benda. Gaya Gesek adalah gaya yang melawan gerakan dari dua permukaan yang bersentuhan. Gaya gesek mengubah energi kinetis menjadi panas atau suara. Sehingga dapat disimpulkan bahwa gaya gesek adalah gaya yang bekerja pada benda dan
arahnya selalu melawan arah gerak benda. Gaya gesek hanya akan bekerja pada benda jika ada gaya luar yang bekerja pada benda tersebut.
Pada dasarnya gaya gesekan dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
1. Gaya Gesek Statis
2. Gaya Gesek Kinetis
GAYA GESEK STATIS
Gaya Gesek Statis bekerja pada saat kedua permukaan benda yang bersentuhan relatif diam satu sama lain atau ketika benda hampir bergerak.
Sehingga jika di jabarkan dengan hukum Newton, jumlah gaya yang bekerja adalah 0. Dimana kita ketahui bahwa sesuai dengan hukum Newton, jumlah gaya yang bekerja sama dengan massa dikalikan dengan percepatan (F = m.a). Karena benda hampir bergerak (belum bergerak), berarti benda tidak memiliki kecepatan dan dengan begitu benda tidak memiliki
percepatan/perlambatan, sehingga jumlah gayanya adalah 0. Jadi besar maksimalnya gesekan statis adalah ketika benda tepat hampir bergerak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa besarnya gaya gesek statis adalah antara 0 sampai dengan maksimalnya (0 < fs < fsmaks)
Besarnya gaya gesek statis dapat dicari dengan rumus:
dengan:
fg = Gaya Gesek
µs = Koefisien Gesek Statis
N = Gaya Normal
GAYA GESEK KINETIS
Gaya Gesek Kinetis bekerja pada saat ada gerak relatif antara kedua permukaan yang bersentuhan. Gaya gesek kinetis bekerja pada benda yang sedang melaju dengan sebuah kecepatan terminal. Dimana yang dimaksud
dengan kecepatan terminal itu adalah kecepatan tanpa percepatan atau
perlambatan, bisa juga disebut kecepatan konstan. Karena benda bergerak
dengan kecepatan konstan, maka sesuai dengan Hukum Newton, bahwa
jumlah gaya yang bekerja adalah massa dikalikan dengan
percepatan/perlambatan (F = m.s), jumlah gaya yang bekerja pada benda
adalah 0
Besarnya gaya gesek statis dapat dicari dengan rumus:
dengan:
fg = Gaya Gesek
µk = Koefisien Gesek Kinetis
N = Gaya Normal
dengan:
fk = Gaya Gesek Kinetis
Fy = Jumlah gaya yang bekerja pada sumbu y
Fx = Jumlah gaya yang bekerja pada sumbu x
W = Gaya Berat Benda
A = Sudut Kemiringan Benda
µk = Koefisien Gesek Kinetis
N = Gaya Normal




PENERAPAN GAYA GESEKAN PADA TIKUNGAN
Dalam Hal ini, akan ada dua macam keadaan yang akan dibahas, yaitu
dalam tikungan datar dan tikungan miring. Untuk yang tikungan miring akan
dibahas dua macam, yaitu tanpa gesekan dan dengan gesekan. Hal yangdibahas adalah berapa kecepatan yang diijinkan untuk sebuah kendara
bermotor untuk menempuh tikungan itu.
1. Tikungan Datar (Dengan Gesekan)
Dalam hal ini tikungan kita anggap sebagai lingkaran. Maka bila ada
kendaraan yang ingin menikung, pasti ada gaya sentripetal yang arah
menuju pusat lingkaran. Pada jalan datar gaya gesek statis yang
bekerja pada ban ke pusat lingkaran merupakan gaya sentripetal.
Sehingga untuk mencari besarnya kecepatan yang diijinkan digunakan
persamaan berikut:
fs = Fs
µkN = (mv2) : R , sehingga:
dengan:
fs = Gaya Gesek Statis
µs = Koefisien Gesek Statis
N = Gaya Normal (m.g)
v = Kecepatan
m = Massa
R = Jari - Jari
g = Percepatan Gravitasi
2. Tikungan Miring
Dalam hal tikungan miring ada dua hal yang akan di bahas, yaitu
dengan atau tidak dengan gesekan. Hal ini akan dibahas satu persatu.
Tanpa Gesekan
Sama halnya dengan tikungan datar, saat kendaraan menikung, gaya gesek mengarah ke pusat. Namun dalam hal ini besarnya gaya gesek adalah N sinA, sehingga didapatkan rumus:
N sinA = (mv2) : R
Selain itu juga didpatkan bahwa besarnya gaya berat yang bekerja adalah gaya normal dikalikan cosinus dari sudutkemiringan, atau dapat dituliskan:
N = (mg) : cosA

Dengan begitu jika persamaan kedua di subsitusikan ke
persamaan pertama didapatkan:
(mg) X (sinA : cosA) = (mv2) : R
g sinA = v2 : R, sehingga:
dengan:
N = Gaya Normal (m.g)
v = Kecepatan
m = Massa
R = Jari - Jari
A = Sudut Kemiringan
g = Percepatan Gravitasi
Dengan Gesekan
Tikungan sirkuit balap dibuat miring dengna maksud tertentu.Sirkuit dibuat miring agar gaya normal yang bekerja pada mobil memiliki komponen horizontal ke arah pusat lingkaran untuk
memnberikan gaya sentripetal. Untuk mencari besarnya kecepatan yang diijinkan untuk menempuh sebuah tikungan dengan gaya gesek dengan kemiringan sudut sebesar A adalah:
dengan:
v = Kecepatan
µs = Koefisien Gesek Statis
R = Jari - Jari
A = Sudut Kemiringan
g = Percepatan Gravitas

diskriminasi


 ekonomi
Sejak saat itu, etnis Cina di Malaysia menguasai perdagangan di Malaysia sekaligus menguasai sebagian besar kekayaan negara.[1] Sedangkan etnis Melayu sebagai penduduk asli Malaysia tetap miskin. Hal ini yang menjadi pemicu terjadinya konflik etnis di Malaysia pada 13 Mei 1969 antara etnis Cina dan etnis Melayu.[2] Konflik etnis tersebut merupakan refleksi dari ketimpangan kekayaan antara etnis Cina dan etnis Melayu. Etnis Melayu yang merasa sebagai penduduk asli tidak terima akan adanya dominasi ekonomi etnis Cina di Malaysia sampai akhirnya terjadilah insiden 13 Mei 1969.

Agama
 Meski jumlahnya terus bertambah, komunitas Muslim Eropa masih menemui banyak kendala dalam berintegrasi dengan masyakarat Eropa. Kendala terbesar adalah diskriminasi terhadap komunitas Muslim karena latar belakang agama mereka. Untuk itu, OSI merekomendasikan pemerintahan di Eropa untuk lebih meningkatkan upaya mengikis persoalan diskriminasi terhadap warga minoritas Muslim.

Budaya
Gambaran kasar tentang orang dayak secara umum, Orang Dayak adalah masyarakat tradisional dan mempunyai sifat pemalu terhadap
pendatang. Tidak jarang ane jumpai masyarakat Dayak yang lari bersembunyi dan hanya berani mengintip dari balik papan dinding rumahnya bila melihat orang asing datang mendekat.

Namun, masyarakat Dayak mempunyai sistem kekerabatan dan persatuan yang kuat antar masyarakat Dayak di seluruh pulau Kalimantan (termasuk Dayak di wilayah Malaysia).

politik
Sebagai contoh kasusnya adalah pendiskriminasian suku atau etnik Cina atau Tionghoa yang tinggal, hidup, da tumbuh berkembang di Indonesia. Hal ini terjadi pada masa pemerintahan Orde Lama dan Orde Baru. Misalnya orang Tionghoa di Indonesia bersama dengan orang Arab, India, pada masa Kolonial Belanda digolongkan sebagai golongan Timur Asing. Kemudian pada masa Kemerdekaan mereka semuanya dapat diterima apabila mau mengakui Indonesia sebagai tanah airnya, dan mengabdi pada negara R.I yang dapat dianggap sebagai Warga Negara Indonesia. Namun perlakuan diantara mereka terdapat perbedaan. Untuk keturunan Arab, karena agamanya sama dengan yang dipeluk suku bangsa mayoritas Indonesia, maka mereka dianggap "Pri" (Pribumi) atau bahkan “Asli”, sedangkan keturunan Tionghoa, karena agamanya pada umumnya adalah Tri Dharma (Sam Kao), Budis, Nasrani dan lain-lain. Keturunan India yang beragama Hindu dan Belanda yang beragama Nasrani, dianggap “Non Pri”. Dengan stikma "Non Pri" tersebut kedudukan mereka yang bukan “pribumi”, terutama keturunan Tionghoa terasa sekali pendiskriminasiannya.

Hankam
Wakil Ketua Komisi I, Hayono Isman, menyebut Malaysia masih mengintip peluang untuk mengambil blok Ambalat dari Indonesia. Jika Malaysia ngotot, Indonesia harus siap berperang.

fungsi ctrl A-Z


Ctrl + A = (All) = digunakan untuk memilih seluruh objek baik gambar atau teks pada lembar kerja Ms Word untuk di Blok semuanya.
Ctrl + B = (Bold)=Membuat kalimat yang diblok atau terseleksi menjadi tercetak tebal.
Ctrl + C = (Copy)=Untuk mengcopy sebuah kata atau kalimat yang juga berfungsi menggandakan teks atau gambar yang diseleksiCtrl + D = (Font)
Menampilkan Form ukuran Font untuk mengganti dan mengatur bentuk dan jenis font/ huruf
Ctrl + E = (Center)Membuat kalimat yang diblok menjadi rata ketengah pada suatu paragraf
Ctrl + F = (Find)Menampilkan Form untuk kolom pencarian yang berfungsi untuk mencari sebuah kata atau frase
Ctrl + G = (Go To)Menampilkan Form Find and Replace go to untuk menuju halaman yang diinginkan
Ctrl + H = (Replace)Menampilkan Form Replace yaitu untuk mengganti kata tertentu
Ctrl + I = (italic)Membuat hurup menjadi tercetak miring
Ctrl + J = (Justify)untuk membuat rata kiri dan kanan pada paragraf
Ctrl + K = (Hiperlink)Menampilkan Form Insert Hyperlink yang berfungsi untuk me-link-kan/ menghubungkan teks
Ctrl + L = (Left)Membuat naskah menjadi rata kiri
Ctrl + M = (Indent) Membuat left indent menjadi menjorok kedalam sedikit. berfungsi untuk menggeserkan First Indent, Hanging Indent dan Left Indent secara bersamaan ke sebelah kanan dalam sebuah paragraf
Ctrl + N = (New)Membuat halaman baru / membuka lembar kerja baru pada Ms Word
Ctrl + O = (Open)Berfungsi untuk membuka dokumen Ms Word pada lembar kerja
Ctrl + P = (Print)Menampilkan menu print untuk Mencetak dokumen pada printer
Ctrl + Q = Mengembalikan kesemula
Ctrl + R = (Right)Menampilkan kalimat yang diblok menjadi rata kanan
Ctrl + S = (Save)Untuk menyimpan naskah atau text pada lembar kerja MS Word
Ctrl + T = Membuat hanging indent
Ctrl + U = (Underline)Membuat garis bawah pada kalimat yang diblok.
Ctrl + V = (Paste)Menampilkan kata atau kalimat yang dicopy
Ctrl + W = Menutup layar Microsoft word
Ctrl + X = (Cut)Berfungsi untuk memindahkan teks atau gambar yang dilanjutkan dengan perintah paste
Ctrl + Y = (Redo/Repeat)Untuk kembali pada perintah yang telah dibatalkan
Ctrl + Z = (Undo)Mengembalikan kesemula

erosi tanah


USAHA MENGURANGI EROSI TANAH
USAHA MENGURANGI EROSI TANAH

1. Tekstur dan Kesuburan Tanah

Tanah yang banyak ditumbuhi tumbuh-tumbuhan lebih subur daripada tanah gundul atau tidak ada tumbuh-tumbuhannya, karena di dalamnya terkandung lapisan bunga tanah yang tidak terkena erosi.

Ciri-ciri tanah subur antara lain : tekstur dan struktur tanahnya baik, yaitu butir-butir tanahnya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, banyak mengandung air untuk melarutkan garam-garaman.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi tekstur tanah antara lain komposisi mineral dan batuan/bahan induk, sifat dan cepatnya proses pembentukan tanah local, serta umur relatif tanah.
Hubungan antara tekstur dan kesuburan tanah tidak selalu ada meskipun tekstur tanah dapat menentukan atau berpengaruh dalam beberapa hal berikut :

a. Pengerjaan tanah, misalnya tanah berpasir di daerah iklim basah biasanya cepat terurai. Selain itu, tanah tersebut berkapasitas rendah dalam menahan air, sehingga mudah mengering. Dengan menambah bahan-bahan organis, maka kesuburan tanah tersebut dapat ditingkatkan.

b. Pengerjaan tanah berpasir di daerah beriklim kering (arid). Tanah di sini meskipun kadar bahan makanannya cukup tinggi, tetapi nilai kesuburannya rendah karena minimnya presipitasi, pencucian, dan rendahnya kapasitas menahan air.

c. Pengerjaan tanah lempung. Dipandang dari sudut mudah tidaknya dikerjakan dan komposisi kimiawinya, tanah lempung mempunyai sifat yang bermacam-macam, diantaranya bersifat plastis dan sukar untuk diolah bila basah, serta keras jika kering. Namun, di daerah iklim tropis basah tanah lempung memiliki permeabilitas walaupun rendah.

Ketebalan atau solum tanah menunjukkan berapa tebal tanah diukur dari permukaan sampai ke batuan induk. Erosi menyangkut banyaknya partikel-partikel tanah yang terpindahkan. Drainase adalah pengeringan air yang berlebihan pada tanah yang mencakup proses pengatusan dan pengaliran air yang berada dalam tanah atau permukaan tanah yang mengenang.
Dilihat dari segi kesuburannya, tanah dibedakan atas tanah-tanah muda, dewasa, tua dan sangat tua.
a. Tanah muda, berciri unsur hara atau zat makanan yang terkandung di dalamnya belum banyak sehingga belum subur.
b. Tanah dewasa, berciri unsur hara atau zat makanan yang terkandung didalamnya sangat banyak sehingga tanah ini sangat subur. Tanah inilah yang sangat baik untuk pertanian.
c. Tanah tua, berciri unsur atau zat hara makanan yang terkandung di dalamnya sudah berkurang.
d. Tanah sangat tua, berciri unsur hara atau zat makanan yang terkandung di dalamnya sudah sangat sedikit, bahkan hampir habis sehingga ada yang menyebut jenis tanah ini sebagai tanah yang mati. Tanah ini sangat tidak subur.

Berdasarkan asal (susunan) senyawanya ada dua macam pupuk.
a. Pupuk alam (pupuk organik), yaitu pupuk yang dihasilkan dari sisa-sisa tanaman, hewan dan manusia seperti pupuk hijau, pupuk kandang, dan pupuk kompos. Pupuk ini dapat menyerap air hujan, memperbaiki daya mengikat air, mengurangi erosi dan untuk perkembangan akar atau biji.
b. Pupuk buatan (pupuk anorganik), yaitu pupuk yang dibuat dalam pabrik, yang terbagi dua jenis, yaitu pupuk tunggal, misalnya pupuk fosfat (P), pupuk kalium (K), pupuk nitrogen (N) yang dikenal pupuk urea, ammonium sulfat, dan ammonium klorida, serta pupuk majemuk, yaitu pupuk NP, NK, PK, NPK, dan lain-lain. Keuntungan pupuk pabrik adalah praktis, ringan, mudah larut, dan cepat bereaksi. Agar berhasil baik dalam pemupukan perlu diperhatikan potensi tanah, jenis pupuk, dosis pemupukan, waktu, dan cara pemberian pupuk.

2. Menjaga Kesuburan Tanah dan Usaha Mengurangi Erosi Tanah

Kesuburan tanah dapat dijaga dengan usaha-usaha sebagai berikut :
a. Pemupukan, diusahakan dengan pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk buatan dan pupuk kompos.
b. Sistem irigasi yang baik, misalnya membuat bendungan-bendungan
c. Pada lereng-lereng gunung dibuat hutan-hutan cadangan
d. Menanami lereng-lereng yang telah gundul
e. Menyelenggarakan pertanian di daerah miring secara benar
Kemiringan lereng adalah kemiringan suatu lahan terhadap bidang horizontal. Semakin besar sudut kemiringan lahan tentu akan semakin besar kemungkinan erosi dan longsor.
Untuk menjaga kestabilan lahan pertanian daerah miring dan untuk mengurangi tingkat erosi tanah, maka diperlukan beberapa langkah berikut :
a. Terasering, yaitu menanam tanaman dengan sistem berteras-teras untuk mencegah erosi tanah.
b. Contour farming, yaitu menanami lahan menurut garis kontur, sehingga perakaran dapat menanam tanah.
c. Pembuatan tanggul pasangan (guludan) untuk menahan hasil erosi.
d. Contour plowing, yaitu membajak secara garis kontur sehingga terjadilah alur-alur horizontal.
e. Contour strip cropping, yaitu bercocok tanam dengan cara membagi bidang-bidang tanah itu dalam bentuk sempit dan memandang dengan mengikuti garis kontur sehingga bentuknya berbelok-belok.
f. Crop rotatica, yaitu usaha pergantian jenis tanaman supaya tanah tidak kehabisan salah satu unsur hara akibat diisap terus oleh salah satu jenis tanaman.
g. Reboisasi, menanami kembali hutan-hutan yang gundul.

Tingkat erosi suatu lahan akan sangat berpengaruh terhadap kesuburan tanah untuk pertanian. Semakin tinggi/besar tingkat erosi tanah permukaannya berarti semakin tidak subur dan tidak cocok untuk tanaman pertanian pangan.
Lahan potensial yang ada di permukaan bumi dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk non pertanian antara lain dalam bentuk :
a. Pemanfaatan untuk lokasi industri
b. Pemanfaatan untuk lokasi perdagangan
c. Pemanfaatan untuk wilayah permukiman
d. Pemanfaatan untuk fasilitas-fasilitas sosial seperti hiburan, prasarana, transportasi dan fasilitas-fasilitas sosial lainnya.

3. Kelas Kemampuan Lahan

Tingkat kecocokan pola penggunaan lahan dinamakan kelas kemampuan lahan. Lahan kelas I sampai IV merupakan lahan yang sesuai bagi usaha pertanian, sedangkan lahan kelas V sampai VIII merupakan lahan yang tidak sesuai untuk usaha pertanian. Ketidaksesuaian karena biaya pengolahannya lebih tinggi dibandingkan hasil yang bias dicapai.
Secara lebih terperinci lahan dapat dideskripsikan sebagai berikut :
Kelas I Merupakan lahan dengan ciri tanah datar, tanahnya agak halus, mudah diolah, sangat responsif terhadap pemupukan dan memiliki sistem pengaliran air yang baik.
Kelas II Merupakan lahan dengan ciri lereng landai, butiran tanahnya halus sampai agak kasar. Tanah kelas II agak peka terhadap erosi.
Kelas III Merupakan lahan dengan ciri tanah terletak di daerah yang agak miring dengan sistem pengairan air yang kurang baik.
Kelas IV Merupakan lahan dengan ciri tanah terletak pada wilayah yang miring sekitar 15% - 30% dengan sistem pengaliran yang buruk.
Kelas V Merupakan lahan dengan ciri terletak di wilayah yang datar atau agak cekung, namun permukaannya banyak mengandung batu dan tanah liat.
Kelas VI Merupakan lahan dengan ciri ketebalan tanahnya tipis dan terletak di daerah yang agak curam dengan kemiringan lahan sekitar 30% - 45%.
Kelas VII Merupakan lahan dengan ciri terletak diwilayah yang sangat curam dengan kemiringan antara 45% - 65% dan tanahnya sudah mengalami erosi berat.
Kelas VIII Merupakan lahan dengan ciri terletak di daerah dengan kemiringan di atas 65%, butiran tanah kasar dan mudah lepas dari induknya.

Faktor lain yang perlu diperhatikan dalam pengolahan lahan pertanian ialah produktivitas tanah pada lingkungan yang normal untuk menghasilkan tanaman tertentu.
Tingkat produktivitas tanah sangat dipengaruhi oleh kesuburan tanah, curah hujan, suhu, kelembaban udara, sistem pengolahan lahan, dan pemilihan jenis tanaman. Program Panca Usaha Tani yang meliputi :
• Pengolahan lahan
• Pengairan
• Cara pemupukan
• Pemberantasan hama dan penyakit
• Teknik penanaman

4.  Lahan Kritis dan Lahan Potensial

Lahan kritis adalah lahan yang tidak produktif. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya lahan kritis, antara lain sebagai berikut :
a. Kekeringan, biasanya terjadi di daerah-daerah bayangan hujan
b. Genangan air yang terus menerus, seperti di daerah pantai yang selalu tertutup rawa-rawa.
c. Erosi tanah dan masswasting yang biasanya terjadi di daerah dataran tinggi, pegunungan, dan daerah yang miring. Masswasting adalah gerakan massa tanah menuruni lereng.
d. Pengelolaan lahan yang kurang memperhatikan aspek-aspek kelestarian lingkungan.
e. Material yang dapat bertahan lama ke lahan pertanian (tak dapat diuraikan oleh bakteri) misalnya plastic.
f. Pembekuan air atau pegunungan yang sangat tinggi.
g. Pencemaran, pestisida dan limba pabrik yang masuk ke lahan pertanian baik melalui aliran sungai yang mengakibatkan lahan pertanian menjadi kritis.

Jika lahan kritis dibiarkan akan membahayakan kehidupan manusia, baik secara langsung ataupun tidak langsung.
Upaya penanggulangan lahan kritis dilaksanakan sebagai berikut :

1) Lahan tanah dimanfaatkan seoptimal mungkin bagi pertanian, perkebunan, peternakan, dan usaha lainnya.
2) Erosi tanah perlu dicegah melalui pembuatan teras-teras pada lereng bukit.
3) Usaha perluasan penghijauan tanah milik dan reboisasi lahan hutan
4) Perlu reklamasi lahan bekas pertambangan
5) Perlu adanya usaha kea rah Program kali bersih (Prokasih)
6) Pengelolaan wilayah terpadu di wilayah lautan dan daerah aliran sungai (DAS)
7) Pengembangan keanekaragaman hayati dan pola pergiliran tanaman.
8) Perlu tindakan tegas bagi siapa saja yang merusak lahan yang mengarah pada terjadinya lahan kritis
9) Menghilangkan unsur-unsur yang dapat menganggu kesuburan lahan pertanian. Misalnya plastic. Berkaitan dengan hal ini, proses daur ulang sangat diharapkan.
10) Pemupukan dengan pupuk organik atau alami, yaitu pupuk kandang atau pupuk hijau secara tepat dan terus menerus.
11) Guna menggemburkan tanah sawah, perlu dikembangkan tumbuhan yang disebut azola.
12) Memanfaatkan tumbuhan enceng gondok guna menurunkan zat pencemar yang ada pada lahan pertanian.
Lahan potensial adalah lahan yang belum dimanfaatkan atau belum diolah dan jika diolah akan mempunyai nilai ekonomi yang besar karena mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi dan mempunyai daya dukung terhadap kebutuhan manusia.
Lahan potensial tersebar di tiga wilayah utama daratan yaitu di daerah pantai, dataran rendah, dan dataran tinggi.
             Upaya-upaya pelestarian dan peningkatan manfaat lahan-lahan potensial dilaksanakan antara lain dengan cara berikut :
a. Merencanakan penggunaan lahan yang digunakan manusia.
b. Menciptakan keserasian dan keseimbangan fungsi dan intensitas penggunaan lahan dalam wilayah tertentu.
c. Merencanakan penggunaan lahan kota agar jangan sampai menimbulkan dampak pencemaran.
d. Menggunakan lahan seoptimal mungkin bagi kepentingan manusia.
e. Memisahkan penggunaan lahan untuk pemukiman, industri, pertanian, perkantoran, dan usaha-usaha lainnya.